Rubrik Berita
Arsip Berita
Mo Tu We Th Fr Sa Su
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31

Newsletter
Subscribe to newsletter:



Kirim Keteman Anda | Versi Cetak | Komentar (3 posted)

Seputar Aliran Ahmadiyah, Pemerintah Harus Tegas

By redaksi on May 02,2008

Sudah sejak lama Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa tentang aliran Ahmadiyah. Fatwa yang dikeluarkan menegaskan, aliran Ahmadiyah Murtad, Kafir. Selain itu MPR Pakistan sendiri mengatakan; orang-orang yang masuk ke dalam golongan Qadiyaniyah, bukan orang Islam. Mereka disamakan dengan agama Hindu, Nasrani dan golongan minoritas lain.
 Syekh Muhammad Saleh Al-Ghazzaz, Sekjen Rabithah Al-‘Alam Al-Islamy mengatakan :”Bahaya Qadiyaniyah sebagai suatu gerakan destruktif, bertujuan merusak kepercayaan Islam dan menjadikan mereka ragu-ragu terhadap prinsip-prinsip Islam yang murni, telah menjadi amat besar.”
Bulan Nopember 1935, Komite Pembanteras I’tikad Ahmadiyah Al-Qadiyani Sumatera Timur, melalui hasil musyawarah 52 Ulama terkemuka, telah mengambil kesimpulan dan memfatwakan ; Mirza Gulam Ahmad Al-Qadiyani, Kafir (Murtad), pengikut-pengikutnya juga Kafir (Murtad). Berlindunglah kita dari keadaan ini.   
Lantas kenapa Aliran tersebut kini muncul kembali dan menimbulkan konflik internal ? Disinilah letak kelemahan pemerintah yang tidak menindak lanjuti apa yang telah difatwakan Ulama. Kurangnya pengawasan menyebabkan mereka muncul kembali secara evolusi. Kini mereka terus bergerak sesuai dengan ajaran dan faham yang dianut.
 Pembakaran Mesjid Al Furqon di Sukabumi, demikian juga rumah-rumah ibadah mereka di beberapa daerah, adalah  sebagai bukti lambatnya pemerintah menuntaskan permasalahan. Bukan hal yang mustahil, dengan tidak terbendungnya luapan emosi masyarakat, dari pengerusakan sejumlah rumah ibadah akan berobah menjadi bentrok fisik.            
 Bila hal yang tidak diinginkan ini terjadi, lantas siapa yang disalahkan, pemerintahkah, sipelakukah atau si penganut ajaran tesebut. Seperti pengerusakan sejumah rumah ibadah milik Ahmadiyah, siapa semestinya yang bertanggungjawab. Siapakah sebenarnya yang sesat, rumah ibadahnyakah yang sesat atau si pelaku pembakarannya.?!
 Keputusan Munas II, Majelis Ulama se Indonesia No.05/Kep/Munas-II/MUI/1980, tertanggal 17 Rajab 1400 H/1 Juni 1980 M, memfatwakan :”Bahwa Ahmadiyah adalah jamaah di luar Islam, sesat dan menyesatkan. Dalam menghadapi persoalan Ahmadiyah, hendaknya Majelis Ulama Indonesia selalu berhubungan dengan pemerintah.”
Tahun 1935, 52 Ulama Sumatera Timur telah mengeluarkan fatwa ;Mirza Ghulam Ahmad dan pengikut-pengikutnya, Kafir (Murtad). Tahun 1980, Majelis Ulama Indonesia memfatwakan lagi bahwa; Ahmadiyah adalah jamaah diluar Islam, sesat dan menyesatkan. Selama sekian puluh tahun, langkah apa yang telah ditempuh pemerintah ?   
Untuk mengantisipasi tindakan anarkis lainnya yang bakal timbul, pemerintah harus segera menentukan sikap dan mampu mengambil tindakan tegas. Sebab terlambat sesaat dapat menimbulkan kerugian yang berkepanjangan. Ulama telah mengeluarkan fatwa, kini terpulang kepada pemerintah bagaimana menyikapinya.  

298 times read

Did you enjoy this article?

1 2 3 4 5 (total 1 votes)
Komentar (3 posted)
  • Buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul: "BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA" Penulis: Soegana Gandakoesoema Tersedia ditoko buku K A L A M Jl. Raya Utan Kayu 68-H, Jakarta 13120 Telp. 8573388
    (Posted by Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi., July 8, 2008, 6:49 AM)
  • Untuk menyelesaikan perselisihan persepsi antara agama (Bhuddha, Hindu, Yahudi-Nasrani, Islam, Ahmadiyah, Konghucu, dan lain sebagainya yang semuanya datang dari luar Nusantara) dan perpecahan didalam agama (seperti MUI-Ahmadiyah), maka bacalah buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul: "BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA" berisi XX+527 halaman berikut lampiran acuan terpisah berukuran 63x60 cm.: "SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)", hasil karya tulis ilmiah otodidak penelitian terhadap isi kitab-kitab suci agama-agama selama 25 tahun oleh: "SOEGANA GANDAKOESOEMA" dengan penerbit: "GOD-A CENTRE" dan mendapat sambutan hangat tertulis dari: "DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA" DirJen Bimas Buddha, umat Kristiani dan tokoh Islam Pakistan. Buku tersebut diatas: I. Telah diserahkan pada hari Senin tanggal 24 September 2007 kepada Prof. DR. ibu Siti Musdah Mulia, MA, (Islam), Ahli Peneliti Utama Balitbang Departemen Agama Republik Indonesia, untuk diteliti sampai kepada putusan menerima atau menolak dengan hujjah sebagaimana buku itu sendiri berhujjah. II. Telah dibedah oleh: A. DR. Abdurrahman Wahid, Gus Dur, Islam, Presiden Republik Indonesia ke-4 tahun 1999-2001. B. Prof. DR. Budya Pradipta, Penghayat Kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, dosen FS Universitas Indonesia. C. Prof. DR. Usman Arif, Konghucu, dosen Filsafat Universitas Gajah Mada. D. Prof DR. Robert Paul Walean Sr., Pendeta Nasrani, sebagai moderator, seorang peneliti Al Quran sebagaimana Soegana Gandakoesoema, peneliti Al Kitab perjanjian lama dan perjanjian baru, setingkat dan sejajar dengan Waraqah bin Naufal bin Assab bin Abdul Uzza umur 94 tahun, Pendeta Nasrani, anak paman Siti Hadijah umur 40 tahun, isteri Muhammad 25 tahun sebelum mendapat wahyu pada usia 40 tahun dengan perantaraan jibril (IQ). E. Disaksikan oleh 500 peserta seminar dan bedah buku yang diakhiri dengan sesi dialog tanya jawab, dan apabila waktu tidak dibatasi, maka sesi akan mengulur waktunya sehubungan banyaknya gairah untuk bertannya dari para hadirin. Pada hari Kamis tanggal 29 Mei 2008, jam 09.00-14.30, tempat Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, jl. Salemba Raya 28A, Jakarta, dalam rangka peringatan satu abad (1908-2008) kebangkitan nasional "dan kebangkitan agama-agama (1301-1401 hijriah)(1901-2001 masehi), diacara Seminar & Bedah Buku hari/tanggal Selasa 27 Mei - Kamis 29 Mei 2008, dengan tema merunut benang merah sejarah bangsa untuk menemukan kembali jati diri jiwa Bhinneka Tunggal Ika Panca Sila Indonesia. Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.
    (Posted by Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi., June 24, 2008, 11:29 PM)
  • Peristiwa MUI menfatwakan Ahmadiyah sesat adalah sama dengan Sifat Yahudi membunuh Sifat Nasrani adalah sama dengan Sifat Kabil membunuh Sifat Habil: 1. Umat Adam tidak mengimani umat Nuh (asal usul agama Bhudda (sampai datangnya Buddha Sakiamuni, Sidarta Gautama) sesuai Al Maidah (5) ayat 27-32, Maryam (19) ayat 58, Hud (11) ayat 40, Lukas 17:26, Yohanes 8:58,59. 2. Umat Ibrahim membunuh dan mengusir umat Luth (asal-usul agama Hindu sampai datangnya Krisna) sesuai Al A'raaf (7) ayat 82, Lukas 17:28, Yohanes 8:39,40. 3. Umat Musa (umat Yahudi) menyalib umat Isa (umat Nasrani) sesuai Matius 27:35, Markus 15:24, Lukas 23:33, Yohanes 19:18, An Nisaa(4) ayat 157-159. 4. Umat Muhammad (Sifat Taurat) membunuh Ahmadiyah (Sifat Injil Ahmad) sesuai Al Fath (48) ayat 29, Ash Shaff (61) ayat 6,7,8,14. 5. Kiamat adalah datangnya Yesus yang kedua kalinya sesuai Kisah para rasul 1:9-11, Hari Kebenaran sesuai Yohanes 16:12-15, An Nisaa (4) ayat 159, Hari Takwil Kebenaran Kitab sesuai Al A'raaf (7) ayat 52,53, Hari Habis Gelap terbitlah Terang Benderang ilmu pengetahuan agama sesuai Al Qiyamah (75) ayat 6-15, Al Baqarah (2) ayat 157, Ibrahim (14) ayat 1,4, Al Mujaadilah (58) ayat 6,18,22 di Indonesia. Inilah kejadian yang sebenranya sejak Adam sampai kiamat dan MUI tidak menyadari dan tidak mengetahui aturan dalil rumusan yang sunnatullahnya tidak berubah sesuai Al Fath (48) ayat 23, sebabnya Al Quran ditinggalkan sesuai Al Furqaan (25) ayat 30, padahal Al Quran mudah sesuai Al Qamar (54) ayat 17,22,32,40. Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.
    (Posted by Soegana Gandakoesoema, May 17, 2008, 6:37 PM)
Berita Terpoluler
Komentar Berita