Rubrik Berita
Arsip Berita
Mo Tu We Th Fr Sa Su
1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30

Newsletter
Subscribe to newsletter:



Kirim Keteman Anda | Versi Cetak | Komentar (0 posted)

MUI dan Tokoh Agama Harus Lebih Banyak Sosialisasi

By fajri on February 22,2008

 

Medan, SS
 Koordinator Wilayah Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sumut bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Medan melaksanakan Seminar Nasioanal Perubahan Sosial dan Aliran Keagamaan  di Indonesia, Sabtu (16/2) di Hotel Madani, Medan.
 Hadir dalam acara tersebut Sekda Provsu, Drs.H. Muchyan Tambuse, ketua ICMI Sumut Prof.Dr.H.Bachtiar Fanani Lubis,SpPD, Ketua MUI Medan , Prof.Dr.Mohd Hatta, Ketua Jamiah Al Wasliyah, Drs.H.Aswin  Rose, KH.Zulfiqar Hajar Lc serta para undangan.
 Dalam sambutannya Sekda Provsu, Drs.H.Muchyan Tambuse menyebutkan, Sumut amat rentan dengan persoalan yang menyangkut SARA, bahkan Sumut jauh lebih rentan dibandingkan dengan Ambon dan Poso, tetapi sampai sekarang semua elemen maupun masyarakat bisa menjaga ketertiban, demikian juga kerukunan beragama dan seluruh etnis sadar akan pentingnya keamanan, jika saja terjadi kerusuhan, untuk meredamnya jauh lebih sulit, ujar Muchyan.
 Berbicara tentang sudut pandang aliran-aliran yang ada tentulah berbeda-beda dalam mengkaji sesuatu ajaran tersebut, bagi Pemprovsu, aliran apapun yang timbul pasti ada penyebabnya, mungkin akibat adanya perubahan kultur atau timbul rasa tidak percaya kepada pemimpin  agama itu yang tidak lagi memberikan  teladan sehingga umat menvari suatu jalan keluar, dinilai sebagian orang menyimpang.
 Muchyan berkata, sekarang ini orang gampang menyebut nama Nabi walaupun sekedar dalam mimpi, oleh karena itu, tugas pokok dari MUI maupun tokoh-tokoh agama harus lebih banyak mensosialisasikan, memberikan pengajaran kepada umat yang dipimpinnya.
 Jadi janganlah kita langsung berbicara hitam atau putih mengenai sesuatu ajaran, bila kita cepat menyebutnya, persatuandan kesatuan yang sudah terbina akan luntur, mungkin saja itu bentuk scenario timbul yang timbul tidak diketahui dari mana datangnya, tegas Muchyan.
 Panitia pelaksana KH.Zulfikar hajar Lc didampingi Irwansyah Tanjung, SH kepada wartawan menyebutkan, ajaran atau aliran sesat bukan saja ada di Agama Islam, tetapi agama lainnya di Indonesia juga ada.
 Lebih lanjut Irwansyah menyebutkan tujuan dari penyelenggaraan seminar adalah agar pintu yang tertutup menjadi terbuka, yang gelap menjadi terang."Selama ini umat mendengar informasi dengan berbagai persepsi seputar aliran sesat, maka melalui seminar ini diharapkan dapat dicari solusi yang baik terkait hal tersebut, serta panitia pengarah dan para nara sumber memberikan pencerahan kepada peserta seminar," ungkap Irwansyah Tanjung,SH yang juga seorang tokoh etnik Minang di Kota Medan. (fadjri)      


29 times read

Did you enjoy this article?

1 2 3 4 5 (total 0 votes)
Komentar (0 posted)
Berita Terpoluler
Komentar Berita