Home : Berita Utama : “Fatwa” MUI Mendukung Cagubsu Bisa Timbulkan Konflik Horizontal
“Fatwa” MUI Mendukung Cagubsu Bisa Timbulkan Konflik Horizontal
By fajri on February 29,2008
RENCANA Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut yang akan menggagas pertemuan dengan pengurus MUI se-Sumut dan Ormas Islam untuk menetapkan calon yang harus didukung ummat Islam, mendapat reaksi keras.Ketua Ikatan Dai Sumatera Utara (Ikadi) Drs H Sakhira Zandi MAg meminta kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak mengeluarkan “fatwa politik” untuk mengarahkan umat mendukung salahsatu cagubsu dalam Pilkada Sumut.Pasalnya, kata dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumut ini, fatwa politik MUI Sumut itu bukan malah menyatukan umat akan tetapi sebaliknya yakni memicu konflik horizontal di masyarakat bawah. Karena mengarahkan umat untuk mendukung salahsatu calon sudah sangat terlambat, seharusnya dilakukan sebelum ada penetapan dari partai. "Pengalaman Pilkada Kalbar itulah yang dijadikan contoh, dengan ikut campurnya MUI mengarahkan umat untuk mendukung calon gubernur incumbent, akhirnya umat berpecah dan calon yang diarahkan MUI kalah," ujar Sakhira menanggapi rencana MUI Sumut pada Sabtu (1/3) itu, kemarin.Didampingi pengurus Ikadi Sumut lainnya seperti, Drs Nasir Koto MAg, Drs Abdur Razak Moya MAg, Drs Baringin, Drs Evi Brata Madya MSi, H Sakhira Zandi mengatakan, MUI harus tetap pada fungsinya, dan tidak terlibat politik praktis juga menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat untuk tidak Golput, kemudian mengajak umat agar memilih calon sesuai dengan hati nurani yang sesuai dengan konsep agama."Hanya itu yang seharusnya dilakukan MUI kepada umat. Bukan malah mengarahkan umat untuk mendukung salahsatu calon dengan berbagai alasan. Dan saya yakin hal itu akan menjadi alasan umat untuk tidak mempercayai MUI, karena dianggap latah masuk terlalu jauh ke ruang politik. Bisa saja MUI dianggap sudah dipolitisasi oleh salahsatu calon," tandasnya.Hari ini, ujar Sakhira, semua calon khususnya 3 pasangan cagubsu (Wahab Dalimunthe-Raden Syafii dan Syamsul-Gatot) mengaku didukung oleh umat yang dilihat dari partai pengusungnya. Lucunya, cagubsu Ali Umri-Maratua yang diusung partai berbasis kekaryaan mengaku didukung umat, hanya karena cawagubsu Drs H Maratua Simanjuntak pengurus MUI."Itu artinya hari ini semua calon mau mengambil simpatik umat Islam, walaupun realitanya hanya pasangan Syamsul-Gatot yang didukung mayoritas partai Islam yakni, PPP, PKS, PBB dan PPNUI, sementara Wahab-R Syafii hanya PBR, sedangkan PAN hanya berbasis Islam," jelasnya.Makanya, pinta Sakhira, MUI jangan melakukan hal-hal yang akan memperuncing konflik horizontal. "Logika berpikir kita harus real, sekarang kondisi paratai Islam seperti yang diberitakan media kondisi PBR memprihatinkan, begitu juga dengan PAN. Jadi kita dari lembaga keagamaan jangan menambah kisruh persoalan ini. Kita biarkan mengalir dan kita mengimbau agar masyarakat tidak golput serta mengajak umat memilih calon yang peduli dengan umat sesuai tuntunan agama," ujarnya.Jika MUI terlibat mendukung salah satu calon, diyakini Sakhira, konflik akan bertambah di masyarakat. Selain MUI melangkahi fungsinya juga sudah mengkotak-kotakkan umat, sehingga harus mendukung salahsatu calon."Kita minta harus tetap netral dan tidak mengkotakkan masyarakat dengan mengeluarkan fatwa agar mendukung salahsatu calon. Karena kalau itu dilakukan sudah sangat terlambat. Hal ini benar dilakukan kalau jauh hari sebelum ada penetapan dari partai-partai siapa calon yang akan didukung," tukasnya yang diamini seluruh pengurus Ikadi lainnya.(fajri)
48 times read
|