Rubrik Berita
Arsip Berita
Mo Tu We Th Fr Sa Su
1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31

Newsletter
Subscribe to newsletter:



Kirim Keteman Anda | Versi Cetak | Komentar (1 posted)

Nasabah dan Member PT BMA Minta Registrasi Ulang Di Perpanjang

By redaksi on May 16,2008

 

Medan,SS
 Nasabah dan Member PT. BMA di berbagai daerah antusias menyambut kehadiran bisnis jenis Multi Level Marketing (MLM) ini, ditandai dengan adanya keinginan para nasabah agar masa waktu pendaftaran ulang diperpanjang hingga 21 Mei 2008. Alasannya, masih banyak nasabah yang belum mendaftar ulang karena sertifikat dan voucher banyak yang masih berada di tangan member.
“Bagi yang belum mendaftar ulang agar segera mengirimkan biodatanya atau menghubungi telepon 021-32845832, sertifikat dan bukti transfer ke rekening  BCA atas nama Muhammad Yusuf senilai Rp. 1.000.000,- buat registrasi ulang dan undangan dikirimkan ke rekening : 237-0-077595 kemudian di Fax kan ke 021-5223518”.
Demikian penjelasan M. Yusuf melalui Humas PT.BMA, Hendra di Jakarta, Selasa (13/5) dalam temu Persnya kepada para Wartawan di Jakarta. Pada acara yang telah dijadwalkan itu, juga akan mengundang anggota DPRD dan DPR agar mengetahui nasib para nasabah sehingga memahami latar belakang di tutupnya MLM PT.BMA.
“Kami juga akan mengundang semua Kapolda dan Gubernur yang          daerahnya terkait adanya kantor cabang PT. MBA termasuk Kapolri dan Menteri Perindag sekaligus Menteri Keuangan.
Pihk-pihak terkait jangan hanya bisa memberi komentar, tapi selidiki dong, mengapa sampai ditutup. Kalau benar mereka mau memikirkan nasib nasabah, ya silahkan hadir pada saat acara dan beri solusi untuk menyelesaikannya,” imbuhnya.
Menurut Hendra, menunda terlalu lama memang mengkuatirkan nasabah, tapi kata Hendra dana PT. BMA sebenarnya di blokir oleh pemerintah.
“Kami dengan tim pengacara telah berupaya untuk membuka blokir dana nasabah tersebut,” jelas Hendra di Jakarta.
Salah seorang nasabah, Abdul Gani penduduk Medan, yang berhasil di hubungi melalui HP. 0811882674 kepada Wartawan mengaku merasa puas atas adanya peluang baginya untuk memperoleh kembali uangnya yang telah lama dianggap lenyap. Namun, kata Abdul Gani pihak PT.BMA harus memberi kesempatan kepada member dan nasabah untuk mencari sertifikat dan voucher  masing-masing. Untuk itu, solusinya dengan cara mengadakan perpanjangan masa pendaftaran ulang.
Dikatakan, masyarakat mestinya mempertanyakan adanya upaya anggota DPRD dan Dinas Koperindag yang terkesan menghalang-halangi beroperasinya kembali PT. MBA di Medan, karena PT. BMA berniat baik untuk mengembalikan dana yang tertunda.
“Untuk itu, saya harap bagi yang ingin membuktikan keseriusan PT. BMA, supaya menghadiri acara lounching tanggal 28 Mei 2008 di Kirana Room Hotel Kartika Chandra Jl. Gatot Subroto Jakarta. Itu saja. Jangan memanas-manasi situasi agar menjadu keruh,” ungkapnya.
Disisi lain, Wartawan yang memintai tanggapan dari Komandan G-I Satgas Reformasi Markas Daerah Sumatera Utara Kesatuan Aksi Pengemban Amanat Penderitaan Rakyat (KAP-Ampera), Junaidi R.S, baru-baru ini dikediamannya mengharapkan, pihak PT.BMA agar serius mengembalikan uang rakyat.
“Kalau memang ada niat untuk membuka kembali BMA, kita cukup senang karena dengan begitu uang rakyat yang selama ini telah dianggap lenyap itu berarti akan dikembalikan. Jadi, rencana itu sangat kita dukung,” kata pria yang dikenal gigih memeperjuangkan hak-hak rakyat ini.
Sebelumnya, sebagaimana diberitakan, bahwa raibnya uang nasabah dari perusahaan bisnis penggandaan uang berkedok Multi Level Marketing (MLM) itu, mestinya menjadi tanggung jawab pemerintah. Karena penutupan PT.BMA adalah atas perintah Presiden B.J.Habibie.
Pada hari Selasa tanggal 27 Juli 1999, Presiden menginstruksikan pada Kapolri Jenderal (Pol) Rusmanhadi untuk menindak tegas bisnis yang juga disebut money game itu, sehingga keseluruhan uang nasabah sebesar Rp.13 triliun diblokir pemerintah.
Sementara ribuan korban yang kehilangan uangnya tersebar di sejumlah daerah, seperti Jakarta, Bandung, Medan, Semarang, Surabaya, Pekan Baru, Palembang, dan Aceh. (Dy)


92 times read

Did you enjoy this article?

1 2 3 4 5 (total 0 votes)
Komentar (1 posted)
  • bakal hadirnya kembali perusahaan BMA yang telah memberi keuntungan + kerugian bagi masyarakat Medan hendaknya perlu disikapi dengan bijak. Masyarakat hendaknya lebih introspeksi dan mewaspadai beragam bentuk politik dagang asing. Aplaus buat pemerintahan pak Habibie yang berani dan tegas menutup sekaligus memblokir dana BMA. Penutupan itu merupakan langkah bijak pemerintah untuk melindungi dana masyarakat, kendati ada efek yang ditimbulkan, sekaligus membuat efek jera bagi masyarakat agar tidak maraup untung dengan 'judi' ala BMA. Sekarang BMA akan beroperasi kembali, adapun alasan klasik yang diusungnya 'mengembalikan' dana masyarakat. Benar atau tidaknya alasan itu, jika serius untuk mengembalikan sudah selayaknya didukung. Tapi jika masyarakat kembali berkecimpung menjadi nasabah atau member, hendaknya tidak perlu lagi menyalahkan pemerintah atau pun BMA itu sendiri jika penyesalan bakal terjadi.
    (Posted by Bakri R Nasution, July 17, 2008, 8:42 PM)
Berita Terpoluler
Komentar Berita