Rubrik Berita
Arsip Berita
Mo Tu We Th Fr Sa Su
1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31

Newsletter
Subscribe to newsletter:



Kirim Keteman Anda | Versi Cetak | Komentar (0 posted)

6 Kolektor PLN Rantauprapat Ancam Mengundurkan Diri

By redaksi on April 04,2008

 

Rantauprapat,SS
 Ditengarai akibat kurangnya perawatan jaringan PLN pos jaga Kecamatan Marbau sering mengalami kerusakan. Hal ini tentu saja dibarengi dengan pemadaman listrik sampai berjam-jam. Jaringan yang terpasang di sepanjang jalan desa dan lorong-lorong banyak sekali yang terhalang oleh pepohonan sawit dan karet yang ditanam dipinggir jalan dalam wilayah pemukiman penduduk maupun di jalan yang menuju perkebunan milik perusahaan.
 Kondisi ini tentu saja sangat berakibat buruk terhadap kelancaran jalannya arus listrik, karena sering sekali dahan maupun ranting di pinggir jalan itu menghalangi bahkan menimpa kabel milik PLN itu, sehingga tak jarang tiang listrik atau penyangga kabel terputus ataupun roboh ke tengah jalan.
 PLN pos jaga Marbau memiliki 15 kolektor yang bertugas mencatat, mengawasi dan menagih rekening kepada pelanggan dan sebagian bekerja dikantor. 6 orang dari 15 kolektor yang ada mengaku kepada SS bahwa mereka sudah 4 bulan tidak gajian,dan pernah akan dibayar 1 bulan itupun dipotong biaya kerusakan.
 Ke-6 kolektor yang diwakili oleh Sugino itu tentu saja keberatan dengan keputusan Sutikno sebagai kepala PLN  pos jaga Marbau itu karena menurut mereka masalah kerusakan bukan tanggung jawab mereka tetapi sebaliknya menjadi tanggung jawab PLN.dan masalah kerusakan menurut mereka juga diakibatkan kurang nya perawatan. “biaya perawatan setiap bulan nya kan ada yaitu Rp.300.000”ujar Sugino kepada SS,Rabu(2/4).
 Demikian pula halnya masalah rekening listrik sering sekali terjadi kesalahan. Banyak sekali masyarakat yang mengeluh dengan seringnya terjadi lonjakan biaya rekening. Padahal, menurut kolektor itu, kesalahan mutlak dari petugas kantor yang salah melihat data di komputer. Kesalahan itu menimbulkan amarah warga yang ditumpahkan kepada kolektor.
 Masih banyak lagi rentetan beban yang harus dipikul oleh para kolektor yang seharusnya bukan menjadi tanggungjawab mereka. Para kolektor menganggap kepala PLN pos jaga Marbau Sutikno terlalu arogan dan tidak pernah mau memperdulikan keluhan masyarakat sebagai pelanggan PLN.
 Bahkan menurut mereka ketika hal ini dipertanyakan kepada Sutikno beliau dengan ringan menjawab, ”masalah kerusakan dan pemadaman tidak ada hubungannya dengan rekening listrik dan itu bukan urusan saya”.
 Jika hal ini tidak ada perubahan 6 orang kolektor mengancam akan mengundurkan diri. ”Jangankan menanggapi keluhan masyarakat, gaji kami anggotanya saja gak dibayar-bayar. Jadi untuk apa kerja kalau tidak dibayar”,ungkap mereka.
 Masalah pemadaman dan seringnya terjadi kerusakan jaringan ini, masyarakat Marbau sering menghubungi kepala Ranting PLN Kota Batu Nurman, akan tetapi yang bersangkutan tidak pernah mau menanggapi.(TIM)


7 times read

Did you enjoy this article?

1 2 3 4 5 (total 0 votes)
Komentar (0 posted)
Berita Terpoluler
Komentar Berita