Home : Medan : Gara-gara Tak bayar Cicilan 4 Bulan Kolektor Wom Finance Diduga Mau Culik Konsumen
Gara-gara Tak bayar Cicilan 4 Bulan Kolektor Wom Finance Diduga Mau Culik Konsumen
Medan (SS)
Tragis benar kejadian yang dilakukan kolektor Wom Finance yang bernama Palar Panjaitan dan Ahmadi,Konsumen yang tidak membayar cicilan selama 4 bulan bernama P. Manurung diduga mau diculik,dan dibawa paksa dengan menggunakan kereta yang dibawa kolektor Wom Finance tersebut.
Saat dikonfirmasi wartawan Suara Sumut P.Manurung menjelaskan perihal permulaan kejadian yang menimpanya,saat itu pukul 6.00 Wib pagi hari tanggal 03 Mei 2007 yang lalu pihak kolektor Wom Finance sebanyak 2 orang mendatang rumah saya salah seoarang pihak kolektor memang sudah saya kenal namun kawannya yang satu memiliki badan besar dan seram tidak saya kenal sama sekali sepertinya sengaja dibawa Palar Panjaitan sebagai dekingnya ataupun tukang pukulnya seraya mengatakan “Dimana kau sembunyikan kereta itu jangan macam-macam kau dengan kami” sambil mengancam P.Manurung lalu dengan rasa takut dan tidak punya uang untuk membayar P.Manurung berusaha untuk meminjam uang dari sahabatnya.
P.Manurung saat itu merasa kebingungan dia angkat telephon genggam (HP) lalu menghubungi teman dekatnya sebab kedatangan tamu tak diundang itu memaksa saya untuk membayar cicilan kereta kalau tidak kereta akan ditarik,sementara kereta yang belum dibayar selam 4 bulan itu tidak berada dirumah karena sedang dipakai oleh teman saya kami roker kereta,lalu teman yang saya telephon mengatakan supaya kami jumpa dikantor saja untuk menyelesaikan semuanya.
Ketika itu saya langsung mengajak kedua orang kolektor Wom Finance untuk menuju kekantor yang diucapkan teman saya di Jalan Tembung – Batang Kuis Gg Ismed Desa Sei Rotan Kecamatan Percut Sei Tuan untuk meminjam uang dari teman saya itu untuk membayar cicilan kereta tersebut,sekira beberapa jam kami menunggu teman saya dikantor, kolektor Wom Finance yang bernama Palar Panjaitan berusaha untuk meyakinkan saya dengan mengatakan “Dimana sebenarnya kereta itu kau buat jujur saja dengan kami” lalu saya menjawab dengan jujur bahwa kereta yang saya pakai untuk sementara saya gadekan karena waktu itu saya perlu uang dan keadaaannya sangat mendesak sekali.
Setelah Palar Panjaitan mendengar kejujuran dari P.Manurung bukan malah semakin iba tetapi mengadu dengan temannya yang berbadan besar itu sehingga pertengkaranpun terjadi antara P.Manurung dengan mereka,Ahmadi yang memiliki badan sangat besar langsung menarik baju P Manurung dan menyeretnya untuk menaiki kereta yang dipakainya lalu mengatakan “sekarang bawa kami ketempat dimana kau gadekan kereta itu supaya kami ambil,urusan utang itu urusanmu bukan urusan kami”sambil menggemgam keras baju P Manurung dan menyeretnya ke kereta dengan maksud bonceng tiga dan mengapitnya pada kereta mereka..
P.Manurung pun langsung spontan berteriak sekeras mungkin dengan mengatakan pada Ahmadi “ Kau mau menculik aku ya?? kok kau tarik bajuku dan kau paksa aku menaiki keretamu?>?keretakukan ada kata P.Manurung.
Situasi semakin tegang sehingga warga yang berada disekitarnya heboh melihat peristiwa itu karena situasinya tak mengijinkan bercampur malu ribut dikantor teman P.Manurung pun langsung pergi dan rencananya P.Manurung akan mengadukan peristiwa itu kekantor Polisi Percut Sei Tuan karena telah menganiaya dan berusaha menculik saya serta membuat keributan di kantor teman saya katanya.(Roni Hutahaean)
51 times read
|
Did you enjoy this article?
|
Komentar (1 posted) |
|
(Posted by Fredo, April 24, 2008, 4:00 PM)