Rubrik Berita
Arsip Berita
Mo Tu We Th Fr Sa Su
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31

Newsletter
Subscribe to newsletter:

Poll: PEMILU 2009
Partai Manakah yang Tampil Sebagai Pemenang Pemilu 2009
Partai Golkar
Partai Demokrat
Partai Keadilan Sejahtera
PDI Perjuangan
P P P
P K B
Partai Hanura
Partai Gerindra
P A N
Bukan Partai di Atas
Golput
Poll results | Old polls


Kirim Keteman Anda | Versi Cetak | Komentar (0 posted)

Kantor MUI Sumut Berubah Menjadi “Padang Mahsyar”

By redaksi on March 03,2008

 ASTAGHFIRULLAH....! Aula Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut,  Sabtu (1/3), sepertinya menjadi “Padang Mahsyar”.  Soalnya, gedung tempat para ulama Islam membina ummat, berubah menjadi lokasi penilaian Keimanan dan Ketaqwaan Cagubsu-Cawagubsu.            Sejak pagi hingga menjelang petang, 34 lembaga yang terdiri dari MUI kabupaten dan kota serta Ormas Islam memberikan penilaian terhadap tiga pasangan Cagub-Cawagub. Ketiga pasangan itu, Abdul Wahab Dalimunthe-HM Raden Syafii, Ali Umri-Maratua Simanjuntak dan H Syamsul Arifin SE-Gatot Pujo Nugroho,ST.            Tujuan penilaian tersebut, untuk menentukan Cagub-Cawagub yang aspiratif terhadap Ummat Islam. Mereka yang memberi penilaian tersebut, menamakan dirinya, Forum Suara Ummat Islam (FSUI).            Setidaknya, ada 13 kriteria yang tertuang dalam lembar skoring, yang harus diisi ke 34 lembaga tersebut. Beberapa kriteria diantaranya, Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Allah SWT, Akhlakul Karimah dan Keteladanan, Kepemilikan Sifat Pemimpin serta Kesholehan dan Kejujuran.            Unik memang, FSUI yang diketuai Ketua ICMI Sumut, Prof DR H Bachtiar Fanani Lubis tersebut, menempatkan skoring interval mulai dari angka 50 hingga angka 100 untuk masing-masing kriteria.            Bermodalkan nilai 50 hingga 100 inilah, ke 34 lembaga tersebut melakukan penilaian keimanan dan ketaqwaan ketiga pasangan Cagub-Cawagub. Masing-masing lembaga bebas menentukan angka untuk ketiga pasangan tersebut. Terserah, apakah tingkat ketaqwaan dan keimanan-misalnya-Ali Umri dan Maratua Simanjuntak hanya sekedar memperoleh nilai 60.            Sebenarnya, ada 37 lembaga yang diundang untuk mengisi kuisoner tersebut. Namun tiga lembaga lainnya tidak mengembalikan lembar kuisioner, dengan alasan “penilaian keimanan, ketaqwaan, akhlakul karimah serta keshalehan seseorang dilakukan oleh manusia”.            “Siapa yang dapat menilai keimanan, ketaqwaan serta kesakihanan keluarga seseorang”,ujar SekretarisMUI Langkat,Farhan Indra kepada para wartawan yang meliput jalannya “pengadilan” tersebut.            Di dalam arena, sempat terjadi perdebatan sengit terhadap kriteria-kriteria yang seharusnya hak Allah SWT untuk melakukan penilaian. Tetapi, cendikiawan muslim Bachtiar Fanani memberi penjelasan-penjelasan berdasarkan logikanya.            Akhirnya, wakil-wakil lembaga tersebut memberikan penilaian tertinggi kepada pasangan Abdul wahab Dalimunthe-HM Raden Syafii. Perolehan skoring Abdul Wahab Dalimunthe hanya berbeda tipis dengan hasil untuk Ali Umri-Maratua Simanjuntak dan Syamsul-Gatot.            Bachtiar Fanani usai acara, saat ditanya wartawan, mengatakan penilaian tersebut dilakukan secara objektif. FSUI, menurutnya, telah menetapkan Cagubsu-Cawagubsu Wahab Dalimunthe-Raden Syafii, untuk diperjuangkan.             “Skoring tersebut sudah objektif dan disepakati Ormas Islam dan Majelis Ulama Indonesia se Sumut”,ujar Bachtiar Fanani lagi.            Namun, Sekretaris BKPRMI Sumut, Idham sangat menyangkan pertemuan yang digagas MUI Sumut tersebut. “Tindakan MUI yang lembaga keagamaan dapat memecah ummat. Boleh saja MUI merekomendasikan salah satu calon, tapi itu dilakukan sebelum muncul calon-calon yang telah ditetapkan KPUD”,ujarnya.            Sekarang ini saja, lanjutnya, banyak ulama mendukung salah satu calon, termasuk dukungan ulama kepada pasangan pelangi. “Tidak seharusnya, MUI sebagai lembaga ummat terjun ke politik praktis. Lebih baik MUI mengurusi ummat”,ujarnya seraya mengatakan sebaiknya MUI hanya menentukan kriteria Cagub-Cawagub. Padang Mahsyar            Berkaitan dengan hasil skoring tersebut, Ustadz Drs HM Fahmi El Fuad mengatakan, FSUI telah mengambil peran Allah SWT dalam menentukan tingkat keimanan dan ketaqwaan seorang hamba.            “Hanya Allah SWT yang mengetahui tingkan keimanan, ketaqwaan dan keshalehan seorang. Kalaupun mau tahu hasilnya, nanti di Padang Mahsyar, bukan di dunia ini”,ujarnya.            Putra sulung Ulama besar Sumut, HM Fuad Said ini  dengan nada menyindir mengatakan, kantor MUI Sumut telah berubah menjadi Padang Mahsyar. “Astaghfirullah..., kita harus banyak-banyak beristighfar,mohon pengampunan Allah, karena telah “memangkas” hakNya”,ujar HM Fahmi lagi.            Ustadz HM Fahmi mempertanyakan, kriteria apa pula yang dipakai sebagai standar untuk menilai taqwa seseorang, keimanan seseorang, akhlakul karimah seseorang dan keluarga sakinah seseorang ?“Bila ketaqwaan ditetapkan sebagai kriteria, maka  terlebih dahulu kita harus memahami makna dari taqwa itu sendiri. Secara umum taqwa diartikan tunduk, takut, patuh dan taat kepada Allah SWT. Bila makna dari taqwa itu sudah terpenuhi, maka seseorang itu disebut orang yang taqwa yakni orang yang tunduk kepada Allah Swt”,jelasnya. Tunduk dan takut, patuh dan taatnya seseorang kepada Allah Swt, sambungnya lagi,  adalah sebagai tanda ia telah berhasil membersihkan kotoran yang tersimpan di dalam hatinya. Sebab baik dan buruknya seseorang, standarisasinya adalah hati. Itulah sebabnya peranan hati dalam kehidupan  memiliki fungsi yang sangat besar dan sekaligus menentukan.“Takwa adalah kerja hati. Oleh sebab itu hanya Allah yang dapat mengetahui benar atau tidaknya hati seseorang itu telah tunduk kepada-Nya. Jujur atau berpura-pura Dia jugalah yang Maha Mengetahui. Oleh sebab itu tidak ada jaminan bagi seseorang untuk bisa memastikan apakah seseorang itu memang benar-benar orang yang bertaqwa”,jelasnya. Berkaitan dengan itu, Ustadz Drs HM Fahmi meminta FSUI meralat kegiatan penilaian tersebut, karena dikhawatirkan akan berdampak terhadap pendangkalan aqidah Ummat Islam.(andi nst/fadjri)  

59 times read

Did you enjoy this article?

1 2 3 4 5 (total 0 votes)
Komentar (0 posted)
Berita Terpoluler
Komentar Berita