Medan,SS
Kepala BPS Sumut, Alimuddin Sidabalok mengatakan, penyaluran subsidi BBM melalui skema BLT di Sumut akan memakai data tahun 2005, yakni sebanyak 944.972 rumah tangga. Data itu masih tetap dipakai, walau dalam penyaluran di lapangan ditemukan penyimpangan sekitar 20 persen.
"Penyaluran BLT 2008 memakai data 2005 dengan besar Rp100 ribu per rumah tangga per bulan. Walau pun ada penyimpangan dalam penyaluran sebelumnya, kita sudah berkoordinasi dengan PT Pos Indonesia yang melakukan penyaluran di 2008 untuk menyortir warga penerima yang sudah meninggal dunia, dan pindah tempat," tegas Alimuddin, coffee morning di Aula Transparansi Bainfokom Sumut, Rabu (14/5)
Dijelaskannya, sampai kini perencanaan penyaluran BLT itu sudah mendekati tahap 90 persen. Sedangkan proses pencetakan kartu BLT itu, dilakukan pemerintah pusat untuk seluruh Indonesia yang jumlahnya mencapai 19.100.105 rumah tangga.
Alimuddin memastikan, penyaluran kartu BLT itu didasarkan pada nama penerima yang sudah ada pada data base 2005. "Sepanjang nama penerima sudah ada di data base 2005, pasti akan mendapat kartu. Mungkin hanya ada beberapa nama yang disortir, karena sudah meninggal atau sudah pindah tempat. Terhadap dua kelompok ini, kartu BLT tidak bisa dialihkan ke orang lain," jelasnya.
Menyangkut waktu distribusi kartu BLT itu, sampai kini Alimuddin belum bisa memastikan kapan di lakukan. Namun demikian, dia menjelaskan untuk Provinsi Sumut distribusinya akan diutamakan di Kota Medan, dengan jumlah kartu sebanyak 87.836 rumah tangga.
Terkait up date (perbaikan) data BLT 2005 di Sumut khususnya dan Indonesia umumnya, Alimuddin menerangkan akan dilakukan mulai September sampai Desember 2008. Up date itu akan dicocokkan dari sortir yang dilakukan PT Pos Indonesia saat menyalurkan BLT 2008.
"Up date data BLT itu diproyeksikan akan mengoptimalkan jumlah rumah tangga penerima, terutama dari mark up dan salah sasaran. Karena up date itu akan digunakan sebagai data base untuk penyaluran serupa pada 2009 dan tahun-tahun berikutnya," kata dia.
Sementara itu, Deputi Operasi PT Pos Indonesia Kantor Wilayah Usaha Pos I Dr TB Donny Syafardan menjelaskan, teknis penyaluran kartu BLT 2008 tidak langsung diberikan kepada rumah tangga penerima. "Penyaluran kartu akan melibatkan aparat di kelurahan dan kepling. Hal ini ditempuh untuk menghindari distribusi kartu yang salah sasaran, terutama kepada penerima yang sudah meninggal dunia, atau sudah pindah tempat," katanya. (RT)